Piala Dunia 2026 terasa berbeda di Kabupaten Tangerang. Pasalnya pemerintah daerah berencana menghadirkan kegiatan nonton bareng (nobar) di berbagai titik, termasuk di seluruh kecamatan.
Pemkab Tangerang mulai menyiapkan konsep penyelenggaraan nobar yang tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi warga, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pelaksanaan nobar kemungkinan akan difokuskan saat kompetisi memasuki fase-fase krusial, mulai dari babak perempat final hingga final.
Menurutnya, Alun-Alun Tigaraksa menjadi salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan nobar bersama masyarakat.”Kalau sudah masuk perempat final, semifinal, apalagi final, insyaallah bersama masyarakat kita akan mantau,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (17/6/2026).
Namun kemeriahan Piala Dunia tidak hanya akan terpusat di Alun-Alun Tigaraksa.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga berencana mengajak seluruh camat untuk menggelar kegiatan serupa di wilayah masing-masing.
Bahkan pemerintah daerah juga akan menerbitkan surat edaran agar para camat dapat mengoordinasikan penyelenggaraan nobar bersama warga.
Langkah itu diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan tanpa harus datang ke pusat kabupaten.”Nanti akan kita agendakan bareng-bareng, biasanya nanti di Alun-alun Tigaraksa, Insyaallah,” ucap Bupati yang Karib disapa Rudi Maesyal tersebut.
Di balik layar besar yang menayangkan aksi para bintang sepak bola dunia, Pemkab Tangerang juga melihat peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Karena itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan dilibatkan dalam setiap lokasi penyelenggaraan nobar.Maesyal menilai kehadiran UMKM mampu menciptakan perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
“Ada UMKM-nya juga nanti. Di samping ada fasilitas yang kita sediakan, juga ditambah dengan UMKM yang ada di situ supaya roda perekonomiannya bisa berjalan,” katanya.












Leave a Reply