Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Pemkab Siapkan Status Darurat.

Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah mempertimbangkan penetapan status darurat terkait kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Langkah tersebut dipersiapkan karena hingga Selasa (30/6/2026) malam, kobaran api yang muncul sejak siang hari masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang mengkaji penetapan status darurat mengingat dampak kebakaran yang semakin meluas.

“Insyaallah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan Dinas Lingkungan Hidup kita akan tetapkan bahwa ini sudah masuk kategori darurat. Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar,” ujar Maesyal di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, kebakaran tersebut tidak hanya membakar timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan asap tebal yang berdampak pada warga di sekitar lokasi. Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 kepala keluarga atau 52 jiwa telah dievakuasi untuk menghindari dampak paparan asap.

“Ada 30 Kepala Keluarga, jumlah jiwanya ada 52. Sementara ini dievakuasi di kantor Kepala Desa. Sehubungan dengan asap ini angin kan arah ke pemukiman,” kata dia.

Warga yang dievakuasi sementara ditempatkan di kantor desa setempat. Pemerintah daerah juga menyiagakan petugas kesehatan guna memantau kondisi dan memberikan layanan medis kepada masyarakat terdampak.

Maesyal menjelaskan bahwa upaya pemadaman menghadapi kendala karena sejumlah titik api berada di area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Kondisi tersebut menyebabkan api masih berpotensi meluas ke area lainnya.

“Karena ini menyangkut masalah kesehatan masyarakat, menyangkut juga risiko daripada api yang terus menjalar,” tutur dia.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan status darurat akan segera diberlakukan apabila situasi kebakaran tidak menunjukkan perkembangan signifikan dalam proses penanganannya.

Saat ini, BPBD Kabupaten Tangerang telah mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 40 personel untuk melakukan pemadaman serta pengendalian api di lokasi.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan prioritas petugas saat ini adalah mencegah api merambat ke area lain dengan melakukan penyiraman di sekitar titik kebakaran.

“Kami sudah antisipasi dengan penyiraman di sekitar titik api sehingga insya Allah tidak sampai meluas,” kata dia.

Selain itu, BPBD Kabupaten Tangerang juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna mengantisipasi kebutuhan bantuan tambahan apabila kondisi kebakaran semakin memburuk.

“Kami sudah berkoordinasi dan melaporkan kondisi ini ke BNPB. Mudah-mudahan melalui mekanisme yang ada, BNPB bisa membantu melalui udara dengan menggunakan helikopter,” ucap Taufik.

(pik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *