Resmi mengikat janji suci pada 26 Juli 2024, siapa sangka di balik kemesraan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, terdapat perbedaan latar belakang keluarga yang kontras. Hal itu diungkap langsung oleh keduanya.
Aaliyah yang tumbuh di lingkungan terstruktur dan tenang, ternyata sempat dibuat syok dengan tradisi keluarga besar Thariq Halilintar. Tak ingin perbedaan ini menjadi bumerang, Aaliyah pun langsung menodong Thariq dengan kesepakatan penting sebelum mereka melangkah ke pelaminan.Saat masih dalam masa pendekatan (PDKT), Aaliyah Massaid mengaku sempat heran melihat suasana rumah Thariq yang selalu ramai dikunjungi orang, bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun.
“Sumpah aku tuh pertama kali ya pas masih PDKT, kayak misalkan main ke rumahnya rame banget, kayak aku bahkan kayak ‘Ini apa sih kok rame banget’ gitu ya,” kata Aaliyah Massaid dikutip Grid.ID dari YouTube TS Media, Kamis (26/3/2026).
Perbedaan ini dirasakan mengingat Thariq memiliki latar belakang masa kecil yang komunal. Thariq menceritakan pengalamannya saat tinggal di Malaysia dan kawasan Bangka, Jakarta Selatan, di mana pintu rumah selalu terbuka untuk siapa saja saat Lebaran.
“Kalau aku dulu di Bangka 2, kita buka pintu kan ada yang antri biasanya ngantri masuk, masuk rumah-rumah kayak gitu, kayak ular gitu. Jadi kita harus say hi,” tutur Thariq Halilintar.
Bahkan, ia menambahkan bahwa saking ramainya, terkadang ia tidak mengenal siapa saja tamu yang masuk ke rumahnya.
Menyadari adanya perbedaan budaya keluarga yang mencolok, Aaliyah Massaid merasa perlu adanya diskusi serius mengenai tradisi keluarga mereka sendiri di masa depan. Baginya, menyamakan visi sejak dini adalah kunci keharmonisan rumah tangga.”I think as a family kita harus punya apa ya, kesepakatan ‘kita ini yuk, kita ini yuk’ gitu,” tegas Aaliyah.
Ia tak ingin membiarkan segala sesuatunya mengalir tanpa rencana, terutama mengenai bagaimana mereka akan menghabiskan waktu di hari-hari besar. Bagi adik Zahwa Massaid tersebut, membicarakan hal sensitif seperti tradisi keluarga bukanlah hal tabu, melainkan sebuah keharusan agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari.
“Mendingan bahas dari sekarang, karena ternyata itu akan menjadi cekcok yang panjang,” tandas Aaliyah.
Kini, setelah resmi menjadi pasangan suami istri, kesepakatan tersebut menjadi fondasi mereka dalam membesarkan buah hati. Kehadiran Baby Arash pun semakin melengkapi kebahagiaan mereka. Aaliyah ingin agar Baby Arash tumbuh dengan memori indah tentang tradisi keluarga yang mereka bangun bersama.












Leave a Reply