Syahnaz Sadiqah menceritakan proses hijrahnya hingga akhirnya memutuskan untuk memakai hijab. Keputusan tersebut muncul setelah dirinya merasakan pengalaman spiritual yang mendalam usai menunaikan ibadah haji.
Syahnaz mengaku perjalanan hajinya memberikan banyak pelajaran berharga dalam hidup. Ia merasa ada perubahan besar dalam dirinya sepulang dari Tanah Suci.“Pokonya perjalanan haji waktu itu benar-benar dalam banget deh dan banyak pembelajaran yang aku dapetin gitu waktu naik haji,“ ujarnya dikutip dari YouTube @DAGINGTALK pada Senin (11/5/2026).
Saat masih berada di Tanah Suci, Syahnaz mengaku sempat membuat kesepakatan dengan beberapa anggota keluarganya. Mereka berencana memakai hijab selama 40 hari setelah pulang ke Indonesia.“Sampai akhirnya pulang, aku kan cewek-cewek tuh sama Mbak Gigi, Mbak Caca, Teh Nisya, itu kan emang kita belum berhijab semua kan. Terus kita kayak ‘eh nanti udah pulang ke Indonesia pakai aja deh dulu hijabnya 40 hari‘ janjian gitu,“ tuturnya.
Ibu dua anak ini mengatakan dirinya sempat berpikir bahwa hijab yang dipakai hanya akan bertahan sementara. Namun, setelah menjalaninya, ia justru merasa nyaman dengan penampilan barunya itu.“Jadi niatnya tuh masih 40 hari kita akan buka hijab tuh bareng-bareng gitu. Pokoknya pas udah pakai hijab tuh kayak nyaman aja, enggak gimana-gimana. Pas udah mau 40 hari, pada buka kan. Terus pas itu aku tuh kayak ‘aduh kok sayang ya‘ gitu,“ ungkapnya.
Ia mengaku ada rasa takut dalam dirinya jika kembali melepas hijab. Syahnaz khawatir dirinya tidak lagi mendapatkan hidayah untuk berhijab di kemudian hari.“Aku tuh sampai mikir kayak kalau misalnya buka hijab, aku takut enggak dapat hidayah lagi untuk pakai hijab. Enggak tau ada perasaan kayak giti. Aku masih pengin pakai hijab tuh pas pulang haji,“ katanya.
“Kalau aku buka sekarang apa Allah nanti kasih aku kesempatan lagi ya untuk berhijab, ada pikiran kayak gitu,“ lanjutnya. Pikiran tersebut membuatnya semakin yakin untuk mempertahankan hijab yang sudah ia kenakan.
Dalam prosesnya, wanita berusia 32 tahun ini juga mengaku banyak berdiskusi dengan sang suami. Ia bersyukur karena suaminya selalu memberikan dukungan tanpa pernah memaksanya untuk berhijab.
“Akhirnya ngobrol sama suami, dan suami pastinya support. Tapi dia tidak pernah memaksa aku untuk memakai hijab kalau aku belum siap,” ucapnya. Dukungan itu membuat Syahnaz merasa lebih tenang dalam menjalani proses hijrahnya.
Menurut Syahnaz, kesempatan bisa berangkat haji dengan mudah menjadi salah satu nikmat besar yang ia syukuri. Karena itu, ia merasa sayang jika harus melepas hijab yang sudah mulai ia kenakan setelah pulang haji.“Cuman memang dari akunya kayak sayang pakai hijab, terus tiba-tiba Allah sudah ngasih rezeki aku berangkat haji dengan mudahnya,” katanya.
Kini Syahnaz memilih menjalani semuanya dengan perlahan sambil terus memperkuat keyakinannya. Ia berharap bisa terus istiqomah mempertahankan hijab yang saat ini dikenakannya.
“Jadi kayak aku memutuskan ya udahlah insyaallah. Tapi aku juga selalu ngomong kayak bukan yang enggak akan buka hijab. Kalau misalnya orang tanya, aku selalu berdoa ‘ya allah tolong kuatkan iman islam aku, supaya hijab aku tetap istiqomah’ gitu,” tutupnya.












Leave a Reply