Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia diprediksi terjadi mulai 1 April 2026. Hal ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang terdampak situasi geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah pasca aksi militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Menurut ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi logis karena mekanisme penetapannya mengikuti harga pasar internasional. Ia memperkirakan kenaikan harga tidak akan melebihi 10 persen, dengan kisaran sekitar 5 hingga 10 persen di tingkat konsumen.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi kenaikan ini antara lain meningkatnya harga minyak mentah global, acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS), serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut membuat harga BBM dalam negeri sulit untuk tidak ikut menyesuaikan.
Sebelum adanya penyesuaian pada April 2026, harga BBM Pertamina per 1 Maret 2026 di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tercatat sebagai berikut: Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp12.900, Pertamax Turbo Rp13.100, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Sementara BBM subsidi masih tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan solar subsidi Rp6.800 per liter.
Di sisi lain, harga BBM dari SPBU swasta juga berada di kisaran serupa. Shell mematok harga Shell Super (RON 92) Rp12.390 per liter dan V-Power Diesel Rp14.620. BP menjual BP 92 Rp12.390, BP Ultimate Rp12.930, serta BP Ultimate Diesel Rp14.620. Sedangkan Vivo menetapkan Revvo 92 Rp12.390, Revvo 95 Rp12.930, dan Diesel Primus Rp14.610 per liter.
Harga BBM nonsubsidi juga bervariasi di berbagai daerah. Di Aceh, Pertamax dijual Rp12.600 dan Pertamina Dex Rp14.800. Wilayah Sumatera Barat serta Kalimantan Selatan dan Utara memiliki harga lebih tinggi, yakni Pertamax mencapai Rp12.900 dan Pertamina Dex Rp15.100 per liter.
Sementara di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB, harga relatif lebih rendah, dengan Pertamax Rp12.300 dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Di wilayah Indonesia timur seperti Maluku dan Papua, harga BBM juga mengikuti distribusi nasional dengan kisaran Pertamax Rp12.600 dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter. Adapun kawasan Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam memiliki harga lebih rendah karena kebijakan khusus.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini dinilai sulit dihindari karena mengikuti dinamika global. Pemerintah diharapkan tetap menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan harga energi yang berpotensi meningkat.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi kemungkinan penyesuaian harga BBM mulai April 2026, sembari tetap memantau kebijakan resmi yang dikeluarkan pemerintah.












Leave a Reply