Pedangdut Inul Daratista belum lama ini diketahui menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami infeksi parasit di tubuhnya. Kondisinya sempat membuat publik khawatir karena ia sampai kehilangan kesadaran.
Peristiwa itu terjadi saat Inul berada di kamar mandi. Tanpa diduga, ia tiba-tiba pingsan dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.Ia kemudian menceritakan awal mula kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya harus dirawat intensif.
Inul menduga tubuhnya terlalu sensitif sehingga mudah bereaksi terhadap bakteri.“Mungkin aku terlalu bersihan makannya terlalu jaga, jadi kesenggol dikit tiba-tiba sensitif gitu karena ada banyak bakteri gitu lah,” ujarnya dikutip dari Pagi Pagi Ambyar pada Kamis (12/2/2026).
Kejadian pingsan itu ternyata didahului keluhan sakit yang sudah dirasakannya beberapa hari sebelumnya. Namun saat itu ia memilih tetap beraktivitas karena ada banyak tamu di rumah.“Jadi 2 hari sebelumnya aku udah sakit, terus aku bilang di rumah banyak tamu enggak mungkin aku opname karena tamunya kan banyak yang jauh-jauh. Terus minta obat jalan aja, dan aku enggak tahu kalau obat jalan itu antibiotik semua,” ungkapnya.
Keputusan tersebut ternyata berpengaruh pada kondisi tubuhnya setelahnya.“Jadi antibiotiknya ada dua, yang satu tuh 500 mg dikali sehari tiga kali terus satunya lagi itu 500 mg sehari dua kali jadi kan 2.500 ya itu,” lanjutnya.
Hal itu membuat tubuhnya harus bekerja ekstra menyesuaikan reaksi obat.Menurut wanita kelahiran Pasuruan ini, hasil pemeriksaan menunjukkan ada banyak mikroorganisme di dalam tubuhnya. Kondisi itu membuat fisiknya melemah secara bertahap.“Ada banyak bakteri di perut aku kan, ada fungus, amuba, parasit, clostridium gitu-gitu. Habis itu mungkin perutku enggak kuat ya, semakin lama dari kaki sampai ke atas tuh tangan-tangan kayak enggak ada tenaga, sampai ngangkat aja kayak nggak kuat,” tuturnya.
Saat kondisi semakin lemah, ia sempat mengeluhkan keadaannya kepada orang di rumah. Namun tak lama setelah itu ia benar-benar tumbang.“Aku bilang sama mbak-mbakku ‘mbak kok badanku kayak gini ya mbak? Kayak enggak kuat gitu’ lama banget kemarin gitu nunggu pada on air. Ya udah aku turun aja ke toilet, tiba-tiba di toilet itu udah enggak kuat berdiri ya udah ambruk, terus dibawa ke rumah sakit. Ya udah dokter bilang memang harus di opname, 2 hari sebelumnya harus opname sebenarnya,” katanya.
Setelah kejadian pingsan tersebut, dokter langsung mengambil tindakan medis lanjutan. Ia pun harus menjalani perawatan intensif dengan infus antibiotik.“Akhirnya lambung enggak kuat dan diinfus antibiotiknya selama 5 hari dibom gitu, udah dicek lab katanya udah normal lagi. Akhirnya hari ke-6 aku boleh pulang,” jelasnya.
Ia sempat merasa lega karena kondisinya dinyatakan membaik.Namun setelah pulang ke rumah, keluhan lain justru muncul. Ia kembali merasakan gejala yang membuatnya kesakitan.“Terus pulang satu hari istirahat, perut enggak enak kayak mau jatuh semua aku pikir bukan ISK (Infeksi Saluran Kemih). Terus aku sampai nangis-nangis dan sempat kejang juga di rumah,” katanya.
Kondisi itu membuat keluarganya panik dan segera membawanya kembali ke rumah sakit.Pemeriksaan ulang menunjukkan penyebab baru dari keluhan tersebut. Ternyata masih ada infeksi lain yang menyerang tubuhnya.“Akhirnya saya dibawa ke rumah sakit, dicek lab lagi, ternyata banyak lagi itu bakterinya, tapi bakteri yang beda. Jadi balik lagi, antibiotik lagi 10 hari. Imbasnya kena infeksi ISK yang terakhir, karena bekas bakteri di pencernaan itu ke depan,” jelasnya. Ia pun harus kembali menjalani pengobatan lanjutan.
Inul juga membagikan pesan penting yang ia dapat dari dokter terkait penyebab infeksi. Hal itu berkaitan dengan kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele.“Mungkin salah satunya harus pipisnya kerannya dari depan (bukan belakang), apalagi kalau sudah kena bakteri pencernaan gitu jadi itu enggak boleh kata dokternya mungkin dari situ,” tutupnya.












Leave a Reply