Perang antara Amerika-Israel vs Iran yang berdampak secara global tengah menjadi sorotan. Budayawan kelahiran 1962 tersebut rupanya menyayangkan esensi perang yang berubah seiring dengan perkembangan teknologi.
Dalam video yang dibagikan pada Selasa, 3 Maret 2026 tersebut, Sujiwo Tejo menilai perang saat ini dilakukan oleh para pengecut.
Bagaimana tidak, meski teknologi semakin maju, mereka hanya saling mengirim serangan tanpa berhadapan secara langsung. Lebih lanjut, Sujiwo Tejo menjelaskan definisi ‘jantan’ tidak berhubungan dengan jenis kelamin, melainkan keberanian. Namun tak sedikit pula warganet yang kontra, menilai kemajuan zaman justru membuat perang semakin mudah sehingga tidak perlu berhadap-hadapan.
“Sekarang serba online mbah, jarak jauh,” sahut akun @fiki****.
Israel dikabarkan memperkuat pasukan di Lebanon Selatan yang berhasil mereka duduki, sedangkan drone Iran menyerang kedutaan Amerika di Riyadh. Kantor presiden di Teheran pun diserang Israel, meningkatkan jumlah korban tewas mencapai 787 orang.












Leave a Reply