Warga Pondok Kelor Resah Adanya Dampak Proyek PT BBI, DPRD Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat

Warga Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, mendatangi DPRD Kabupaten Tangerang untuk menyampaikan delapan tuntutan yang telah disepakatinya bersama di Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (26/2/2026).

Tuntutan tersebut disampaikan adanya keresahan warga yang diduga disebabkan aktivitas pembangunan yang dilakukan PT Bumi Bandara Indah (BBI) untuk cluster perumahan Asthara Sky Front City di Desa Pondok Kelor. Warga Pondok Kelor meminta perbaikan tembok dinding rumahnya yang retak, diduga akibat getaran serta suara kencang pemancangan tiang beton, dibuatkan saluran air dengan lebar satu meter agar tidak banjir disaat musim hujan.

Selain itu, warga Pondok Kelor meminta aktivitas proyek PT BBI menggunakan alat modern agar tidak bising, dan warga Pondok Kelor meminta PT BBI atau Asthara Sky Front City mengeluarkan CSR untuk masyarakat. Warga Pondok Kelor, Igor menyebut, pihak PT BBI harus memperbaiki dinding tembok rumah warga yang retak yang diduga akibat dampak dari proyek PT BBI. Selain itu kata Igor, PT BBI harus menerima semua tuntutan warga Pondok Kelor. “Kami minta PT BBI perbaiki dinding tembok rumah warga yang retak yang diduga disebabkan dari aktivitas proyek PT BBI. Saya juga minta PT BBI terima dan realisasikan semua tuntutan kami, ” kesalnya.

Igor mengatakan, bahwa dirinya bersama warga yang lain tidak menolak adanya pembangunan di wilayahnya. Akan tetapi kata Igor, pihak PT BBI atau pengembang harus mengikuti regulasi atau peraturan yang ada. “Kami juga ingin wilayah maju ada pembangunan, tapi jangan asal buat bangunan aja seenaknya. Harus diperhatikan lingkungan dan warga sekitar yang terkena dampak dari pembangunan tersebut, ” ujarnya.

Dilokasi yang sama, masih warga Desa Pondok Kelor, Nanda menyampaikan keluhan serupa. Dirinya menyebut getaran dari alat berat menyebabkan dinding tembok rumahnya retak dan atap rumahnya bergeser. “Dinding tembok rumah saya sampai retak, terus sama atap rumah saya bergeser diduga adanya getaran dari aktivitas proyek PT BBI, saya minta diperbaiki semua yang rusak, ” tuturnya.

Nanda juga meminta dibuatkan dan perbaikan saluran air, serta perawatan area PT BBI yang dipenuhi pohon-pohon juga rerumputan, agar hewan – hewan berbisa tidak memasuki dan mengganggu pemukiman warga terdekat. ” Kami minta dibuatkan saluran air lebar satu meter serta perawatannya, agar saat musim hujan kami tidak terendam banjir. Kemudian pohon dan rerumputan di area PT BBI dibersihkan, karena selama ini rumah kami selalu dimasuki ular, ” ungkapnya.

Menanggapi keluhan dan pengaduan warga Desa Pondok Kelor, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDI-P, H Kholid Ismail mendesak agar segera menyelesaikan seluruh keluhan warga dalam waktu satu minggu.“Kami minta dalam satu minggu ke depan persoalan ini sudah ada penyelesaian. Pengembang harus bertanggung jawab, ” tegasnya.

Ia juga memastikan akan kembali mengundang pihak kecamatan dan dinas terkait dalam RDP lanjutan agar penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara komprehensif.Selain itu, Kholid mengingatkan dinas terkait untuk membawa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), termasuk regulasi pendukung seperti komposisi site plan atau tata letak bangunan dalam pertemuan berikutnya.

DPRD Kabupaten Tangerang berkomitmen mengawal aspirasi warga hingga persoalan kerusakan rumah akibat proyek tersebut mendapatkan solusi yang jelas dan berpihak kepada masyarakat. Sementara itu pihak PT BBI, Joko berjanji akan memperbaiki semua ke retakan dinding tembok rumah warga Desa Pondok Kelor yang terdampak proyek tersebut. Dan memenuhi semua tuntutan warga Desa Pondok Kelor.

“Kami siap perbaiki dinding tembok rumah warga yang retak, bahkan sebagian warga sudah ada yang kami kasih uang perbaikan. Kami juga akan berusaha realisasikan tuntutan yang telah disampaikan secara bertahap, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *